Selasa, 29 Juni 2010

Perbedaan antara Stabilizer dan UPS

Untuk komputer kelas desktop, terutama di Indonesia, stabilizer sangat penting, karena listrik disini tidak stabil. Pengalaman di kantor, pernah listrik drop 1-2 detik lalu naik lagi, dan hasilnya beberapa power supply langsung berasap dan mati. Yang paling apes, kerusakan merembet ke motherboard dan harddisk.

Kenapa stabilizer? Karena naik/turunnya listrik, bahkan nyala/mati nya listrik itu membuat adanya surge hentakan listrik, dimana powersupply belum tentu dapat mengatasinya. Jadi, seakan-akan ada 'serangan jantung' buat Power Supply.

Bagaimana dengan UPS? Fungsi UPS yang baik adalah sama seperti stabilizer, plus baterai. Apabila penggunaan komputer tidak kritikal (bukan server), maka penggunaan UPS bisa dianggap opsional. Pertimbangan penggunaan UPS adalah dengan menghitung nilai data yang mungkin hilang (karena mati lampu) apakah sesuai dengan harga sebuah UPS. Untuk server yang butuh menyala 24 jam, maka UPS adalah harus. Untuk komputer rumah yang dipakai saat mengerjakan karya tulis atau skripsi, maka UPS sangat dianjurkan. Untuk komputer yang hanya buat main game, maka UPS tidaklah penting.
Tapi dengan harga UPS yang tidak semahal dulu, maka kepemilikan UPS sungguh masuk akal. Memang, UPS murah hanya mampu bertahan menyala selama 5-10 menit, tapi itu cukup untuk menyimpan/save file yang sedang dikerjakan, dan shutdown komputer.

Untuk komputer Notebook, karena kebanyakan adaptor yang digunakan bisa menerima listrik multivoltage, maka naik-turunnya listrik tidak berpengaruh, sehingga tidak diperlukan stabilizer. Dan kebetulan Notebook juga sudah ada baterai nya, sehingga UPS juga tidak diperlukan.

0 komentar:

Poskan Komentar